sitemap.xml Sunan Kudus Raden Ja'far Sadiq - Suwunyo
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sunan Kudus Raden Ja'far Sadiq

 


Raden Ja'far Sadiq atau Raden Undung, dikenal dengan panggilan Sunan Kudus, beliau juga dijuluki Raden Amir Haji sebab ia pernah bertindak sebagai pimpinan Jama'ah Haji (Amir). Dikenal sebagai seorang pujangga yang luas dan mendalam ilmunya.


Ja'far Sadiq adalah putra Raden Usman Haji yang menyebarkan agama Islam di daerah Jipang Panolan, Blora Jawa Tengah. Menurut silsilah Sunan Kudus masih keturunan Nabi Muhammad Saw. Dengan silsilah lengkap sebagai berikut: Ja'far Sadiq bin R. Usman Haji bin Raja Pendeta bin Ibrahim al-Samarkandi bin Maulana Muhammad Jumadalkubra bin Zaini al-Husein bin Zaini al-Kubra bin Zainul alim bin Zainul Abidin bin Sayid Husein bin Ali Ra.


Sunan Kudus mendapat julukan wali al-'ilmi, karena sangat menguasai ilmu-ilmu agama, terutama tafsir, fiqih, usul fiqih, tauhid, hadist, serta logika. Para santri yang diasuhnya datang dari penjuru pelosok di tanah air untuk menuntut ilmu di pesantrennya. Sunan Kudus menyebarkan di daerah Kudus dan sekitarnya.


Sunan Kudus juga dipercaya sebagai panglima perang Kesultanan Demak. Ia mendapat kepercayaan untuk mengendalikan pemerintahan di daerah Kudus, sehingga ia menjadi pemimpin pemerintah sekaligus pemimpin agama.


Sunan Kudus pernah belajar di Baitul Maqdis, Palestina. Pada saat berada di Baitul Maqdis, ia berjasa memberantas penyakit yang banyak menelan korban. Berkat jasanya, Sunan Kudus diberi ijazah wilayah (daerah kekuasaan) di Palestina. Namun ia mengharapkan hadiah tersebut dikirim ke Jawa. Oleh Amir (penguasa setempat), pemerintahan itu dikabulkan. Setelah pulang ke Jawa ia mendirikan sebuah masjid di daerah Loran pada tahun 1549. Masjid inilah yang sampai sekarang terkenal dengan nama Masjid Al-Aqsa atau Al-Manar. Kemudian Sunan Kudus nama daerah sekitar masjid menjadi Kudus, yang diambil dari nama sebuah kota di Palestina, yaitu Al-Quds 



Raden Ja'far Sadiq dalam melaksanakan dakwah menggunakan pendekatan budaya, beliau juga memainkan peran sebagai bujangga yang menciptakan berbagai lagu dan cerita keagamaan. Karyanya yang paling terkenal adalah Gending Maskumambang dan mijil. Sunan Kudus Meninggal di Kudus pada tahun 1550, makamnya berada di dalam kompleks Masjid Menara Kudus dan banyak di ziarahi oleh kaum Muslimin dari berbagai penjuru di tanah Air.

 



1 komentar untuk "Sunan Kudus Raden Ja'far Sadiq "